Kursi Panas | Cerpen Karya Hera Azis Simpoha - Kurita News | Kuat, Rinci & Terpercaya

Kurita News | Kuat, Rinci & Terpercaya

Media Online Sulawesi Barat

Breaking

Senin, 30 April 2018

Kursi Panas | Cerpen Karya Hera Azis Simpoha



Dia duduk di tempat yang sama. Di sisi sebelah kanan dekat pintu masuk. Tetapi tak seperti kemarin. Cuaca dalam ruangan sedikit berbeda.  Aura soal hari ini rupanya telah mempengaruhi sirkulasi udara.
Siap bergelut dengan gempuran soal-soal. Hari kedua Andra mengikuti UNBK di sekolahnya. Matematika. Sejak zaman nenek moyangku, pelajaran yang satu ini sepertinya sudah ditakdirkan untuk menjadi mata pelajaran yang ditakuti. Padahal kalau dipikir-pikir. Mata pelajaran  ini sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya tidak semua orang berpendapat begitu.
Pandangannya sedikit kabur. Mulai kesulitan membaca dengan baik soal- soal yang tersaji di layar komputer. Padahal enam buah lampu di ruangan lab sudah memberi pencahayaan yang nyaris sempurna. Hawa dingin dari AC di ruangan ini pun sangat membantu menciptakan kenyamanan . Tetapi itu tidak dirasakan Andra.
Soal matematika yang silih-berganti di depannya telah menciptakan hawa tersendiri. Beberapa orang temannya bahkan sudah mulai terlihat seperti cacing kepanasan. Sudah lima orang temannya terpaksa mendapat bantuan dari tim proktor. Akibat kesalahan yang dilakukannya sendiri. Entah sengaja atau karena faktor lain sehingga harus kembali meminta token yang baru agar bisa kembali mengerjakan soal ujian berbasis komputer itu. Waktu kini menunjukkan pukul 08.50 Waktu Indonesia Tengah.
          Pak, Bu, saya izin ke toilet sebentar.” Kata Andra sembari mengacungkan tangan.
Dia pun meninggalkan ruang ujian. Tiga orang teman melakukan hal yang sama dengannya.
Katanya mau ke toilet, kenapa malah.....
Aku pusing baca soalnya. Dari pada berlama-lama di ruangan, aku memilih menjawab sekenanya saja.” ucap  Andra pada temannya.
Andra berdiri di samping kanan ruangan. Memandangi bunga-bunga di taman sekolah yang tak lama lagi akan ditinggalkannya. Lalu ia pun kembali ke dalam ruangan.
Melanjutkan bersemedi di atas kursi empuk namun terasa tak nyaman. Memandangi soal-soal yang sama sekali tak dimengerti. Padahal materi soal itu sudah dijelaskan oleh pak Hardin, guru matematika Andra. Sejenak raut wajah gurunya itu terpampang samar-samar di layar komputer. Andra mengutuk dirinya sendiri. Hal yang sama sepertinya berlaku pada sebagian besar temannya yang lain. Hanya beberapa teman yang terlihat tenang. Mereka adalah siswa-siswi yang dikenal serius  selama mengikuti proses pembelajaran di kelas.
          Aahh, seandainya saja Andra mengikuti jejak mereka. Tentu hari ini dia akan membuat harinya indah. Kini dia hanya duduk melamun menunggu detik demi detik berlalu. Sesekali ia membolak-balik kertas putih yang dibagikan untuk cakaran. Kembali ia memandangi soal di layar komputernya. Tak ada pilihan  jawaban fifty-fifty apalagi untuk phone a friend seperti dalam kuis itu. Hanya pilihan a,b,c,d  dan e. Itu saja.
Hingga akhirnya  jurus terakhir pun digunakan. Memilih jawaban sesuai hati. Semoga saja beberapa dari pilihan itu ada jawaban yang benar. Andra terus saja berandai-andai sambil memainkan mouse di tangannya. Tiga lembar kertas HVS yang dibagikan masih menyisakan dua lembar kosong. Satu lembar sudah dipenuhi oleh coretan-coretannya. Hampir saja Andra tergoda dengan apa yang dilakukan teman di samping kanannya. Kertas itu digunakannya membuat perahu kertas untuk menghibur diri yang kini menyesal karena tidak belajar  dengan sungguh-sungguh.
Andra menarik nafas. Meski pikirannya semerawut, di otaknya masih menyisakan sedikit akal sehat. Kertas HVS miliknya setidaknya masih bisa digunakan oleh  teman lain yang akan mengikuti ujian di sesi berikutnya. Andra terus menatap layar di depannya. Menunggu detik-detik terakhir. Akhirnya tiba juga. Waktu untuk mengerjakan soal selesai untuknya. Dia pun  berdiri dan berjalan gontai meninggalkan kursi panasnya sembari berharap semoga nilai ujiannya kelak memuaskan.  
( Selamat mengikuti UNBK buat kalian generasi emas Indonesia)
Hera Azis Simpoha

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman