PD KAMMI SULBAR Ikut Kecam Puisi Kontroversi Sukmawati Soekarnoputri yang Menyinggung Sara - Kurita News | Kuat, Rinci & Terpercaya

Kurita News | Kuat, Rinci & Terpercaya

Media Online Sulawesi Barat

Breaking

Rabu, 04 April 2018

PD KAMMI SULBAR Ikut Kecam Puisi Kontroversi Sukmawati Soekarnoputri yang Menyinggung Sara


KuritaNews.com, MAMUJU - Beredarnya video puisi Sukmawati Soekarno 2/04/18 menuai banyak tanggapan netizen publik pada ujaran "Sari konde lebih cantik dari pada kerudung dan suara kidung lebih merdu dari azan" lafal ini dianggap memperkosa syariat islam dan mengkhianati keimanan pribadinya. 

Dalam hal ini Ketua KAMMI Daerah Sulawesi Barat Bidang Kebijakan Publik Ilham, menanggapi puisi tersebut dengan memberikan pernyataan bahwa tidak sepantasnyalah anak seorang Bapak bangsa ini melakukan hal itu yang dianggap menyakiti hati umat Islam.Selasa (3/4/2018)

"Puisi ini sangat menyakiti ummat Islam. Sebagai seorang anak dari proklamator bangsa ini, tidak seharusnya dilakukan. Salah satu nilai pengokoh kebangsaan di Indonesia adalah sebuah kerukunan. Kerukunan itu tercapai karena adanya rasa saling mengerti dan menghormati. Itu sebabnya jika tidak mengerti maka hormatilah hal yg tidak dipahami tersebut." Ujarnya saat ditemui jurnalis KuritaNews.com

Sementara itu melalui Ilham sebagai Ketua Bidang Kebijakan Publik, PD KAMMI Sulbar juga mengeluarkan pernyataan sikap atas video kontroversi tersebut:

Pernyataan sikap.
  1. Mengecam Puisi yang kontroversi oleh Sukmawati tersebut dimana merendahkan Cadar, Hijab, Hingga Adzan.
  2. Meminta pihak berwajib agar bersegera meproses hal ini untuk menghindari kegaduhan yang muncul di masyarakat atas respon dari puisi tersebut
  3. Mengajak seluruh pemuda dan ummat islam pada umumnya agar tidak bersikap radikal dalam merespon hal ini untuk menghindari sikap yang tidak terpuji akibat emosi yang hanya sesaat.
  4. Menuntut agar Sukmawati Soekarno Putri memohon maaf secara terbuka kepada Ummat Islam khususnya di Indonesia.

Selain itu, Aktivis muda jebolan Makassar ini menambahkan "Pemuda sebagai Agen of Change harus memperhatikan isu-isu lain tidak serta merta terfokus pada isu ini saja. Banyak isu lain harus dikawal oleh pemuda misalnya harga BBM naik (Rp.200,-) dan lain-lain agar tidak kehilangan fungsi kontrol pemuda dalam menjaga kestabilan baik Daerah maupun Nasional pada umumnya." sambungnya
-Hm

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman