7 Tahun Hidup Terlantar, Sapri Tetap Bahagia - Kurita News | Kuat, Rinci & Terpercaya

Kurita News | Kuat, Rinci & Terpercaya

Media Online Sulawesi Barat

Breaking

Sabtu, 19 Mei 2018

7 Tahun Hidup Terlantar, Sapri Tetap Bahagia


Kuritanews.com, Mamuju - Perih kehidupan bukanlah hal yang lumrah di Negeri ini, namun adakalanya kita juga harus tetap memperhatikan kondisi yang ada disekitar kita.

Hari ini, Rabu 16 Mei 2018 Wartawan Kurita news datangi Gubuk Reot yang masih berada di kota Mamuju, dihuni seorang lelaki parubaya diperkirakan berumur 55 tahun. Sontak saja Wartawan Muda ini yang juga seorang aktivis muda dan pegiat sosial yang saat ini aktif di Relawan Indonesia Untuk Kemanusiaan Sulawesi Barat, saat berada di gubuk reot beralamatkan Jalan Tuna,  Kelurahan Binanga,  Kec. Mamuju,  Kab.  Mamuju-Sulawesi Barat. Kaget beribu kaget memikirkan pelitnya kehidupan di kota metro politin ini.

"saya ini pak, asalkan bisa makan disini sudah bersyukur,  sehari-hari saya yah makan Indomie 1 Bungkus per Hari itupun hanya direndam dengan air dingin", ia juga mengaku mendapatkan pembeli indomie dengan kerja kersnya mengumpulkan karton bekas kemudian dijual yang bisa mencapai 12.000,- sampai 15.000 setiap harinya kalau beliau lagi sehat, ini ungkapan Pak Sapri. Dia menambahkan dan mengaku sudah 7 tahun tinggal di Mamuju dengan hidup apa adanya dan tinggal dimana saja Gubuk yang ditempati sekarang sudah hampir 3 tahun pengakuan tambahnya.

Kondisi fisik luar rumah pak sapri ini sangat jauh dari kata layak huni bahkan untuk kandang binatan juga tak pantas. Kondisinya lapuk hampir roboh atapnya hanya berupa tripleks bekas dan sudah sangat lapuk serta ditumbuhi rumput lebat bila dipandang dari arah utara berada diatas jembatan kali mamuju,  maka kita gak akan tahu bahwa disitu ada gubuk reot yang dihuni manusia.

Kondisi di dalam rumah tak kala parah alat penerangan tidak ada,  alat masak tidak ada yang ada hanya alas tidur berupa Semprinbad  layuh diperkirakan sudah puluhan tahun,  selebihnya bebatuan karena posisi rumahnya samping sungai dekat dengan jembatan kali Mamuju. Besar rumah diperkirakan berukuran  3 x 3 meter persegi disanalah Pak Sapri mengurungkan diri dan berteduh seadanya.
~Hm

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman