Lima Kiat Membiasakan Anak Bersedekah - Opini oleh Mira Pasolong - Kurita News | Kuat, Rinci & Terpercaya

Kurita News | Kuat, Rinci & Terpercaya

Media Online Sulawesi Barat

Breaking

Senin, 04 Juni 2018

Lima Kiat Membiasakan Anak Bersedekah - Opini oleh Mira Pasolong


KuritaNews.com,
Dari Hakîm bin Hizâm Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya maka Allâh akan menjaganya dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allâh akan memberikan kecukupan kepadanya.” (HR. Bukhari Muslim)

Sumber: https://almanhaj.or.id/4123-tangan-di-atas-lebih-baik-dari-tangan-di-bawah.html

Berdasarkan hadits tersebut di atas jelaslah bahwa memberi jauh lebih mulia dibanding menerima. Namun bukan berarti tidak boleh menerima pemberian/ hadiah dari orang lain. Penekanan dari hadits di atas adalah menghindari meminta-minta apabila tidak sangat dibutuhkan.

Karena itulah setiap muslim hendaknya memliki sifat dermawan, rajin berinfaq dan bersedekah. Meski begitu, tidak bisa dipungkiri bahwa ada sebagian orang yang memiliki sifat kikir, pelit dan merasa tidak perlu memberi. Ini yang harus dihindari oleh kita semua. Nah, bagaimana mengajarkan anak agar terbiasa menberi sejak kecil dengan harapan kelak akan menjadi kebiasaan setelah besar?  

Berikut ini ada lima kiat yang bisa dipraktekkan untuk menumbuhkan rasa suka berbagi pada anak : 


1. Mengajarkan empati

Di dunia ini tidak semua makhluk dianugerahi kelebihan materi. Ada banyak saudara seiman kita yang kekurangan. Mereka ini membutuhkan uluran tangan dari mereka yang berkecukupan. Tunjukkan realitas sosial ini kepada anak. Sesekali bawa anak mengunjungi pemukiman kumuh. Bila sedang bepergian dan di jalanan ada pengemis, penjual asongan dan sebagainya, jelaskan betapa kerasnya mereka menentang terik matahari unuk bisa makan. Minta anak membandingkan dengan keadaan kita, agar anak belajar merasakan penderitaan orang lain. 

Orangtua juga harus mengajarkan kepada anak untuk bergaul dengan siapa saja, tanpa membedakan status apapun. Dengan senang hati membantu orang yang membutuhkan tanpa melihat latar belakang. Ini akan mengasah rasa empati dan kepeduliannya pada sesama. 

Untuk semakin menguatkan, ceritakan kisah-kisah inspiratif yang mampu membangun empati pada sesama. Terutama kisah- kisah kedermawanan Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana kita ketahui, Rasulullah sangat dermawan. Tak seorangpun yang meminta sesuatu padanya, akan ditolak. Beliau rela berpuasa ketika melihat ada orang yang lebih membutuhkan roti yang akan dimakannya. 

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu berkata, “Tidaklah pernah sama sekali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diminta suatu (harta) lalu beliau berkata tidak.” (Muttafaq Alaih)

Dari Anas radhiallahu ‘anhu berkata, “Tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dimintai sesuatu atas keislaman, melainkan beliau akan memberikannya, sungguh seseorang telah datang kepada beliau, lalu beliau memberikan kepadanya domba yang berada di antara dua gunung, kemudian orang tersebut kembali kepada kaumnya seraya berkata, ‘Wahai kaumku, masuklah kalian ke dalam Islam, karena Muhammad itu memberikan pemberian kepada orang yang tidak takut akan kemiskinan’.” (HR. Muslim)

Wahai Abu Dzar, saya tidak suka memiliki emas dan perak sebesar gunung Uhud lalu saya infakkan di jalan Allah lalu saya meninggal pada saat ajalku dengan meninggalkan sedikit harta.’ Saya bertanya, ‘Bagaimana dengan harta yang banyak?’ Beliau bersabda, ‘Wahai Abu Dzar, saya memilih yang sedikit sedangkan engkau memilih yang lebih banyak, saya menghendaki akhirat sedangkan engkau menghendaki dunia, cukuplah bagimu harta sedikit saja’, lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulanginya sebanyak tiga kali kepadaku’.”

(Dikeluarkan oleh ath-Thabrani semisalnya, dan al-Bazzar, serta al-Haitsami berkata, “Isnad al-Bazzar hasan.”)

Read more http://kisahmuslim.com/375-kedermawanan-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-dengan-bersedekah.html

2.  Memperkenalkan keutamaan sedekah

Meskipun kita meyakini bajwa bersedekah adalah perbuatan yang mulia, namun tidak serta merta anak akan berpikiran yang sama. Setelah terbangun empati pada diri anak, hal yang harus dilakukan berikutnya adalah bagaimana anak mau bersedekah secara sadar, tanpa paksaan dan meyakini itu sebagai sebuah amalan penting yang harus dilakukan. Salah satu caranya adalah menjelaskan secara sederhana apa saja keutamaan bersedekah. Untuk anak usia jelang remaja awal, tidak ada salahnya diajarkan pula dalil-dalil terkait sedekah.

Adapun keutamaan bersedekah antara lain sebagai berikut: 

        a. Sedekah dapat menghapus dosa. 

Rasulullah SAW bersabda, "Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)
Sedekah yang menghapus dosa tentu saja dosa yang disertai dengan taubat. Bukan sengaja berbuat dosa dengan niat setelahnya akan terhapus dengan bersedekah. 

         b. Orang yang bersedekah akan mendapatkan naungan di hari kemudian

Salah satu yang mendapatkan perlindungan di hari kemudian adalah seseorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421).
           c. Memberi keberkahan pada harta

Secara kasat mata, harta akan berkurang ketika kita bersedekah, namun hakikatnya harta tersebut justru berlipatganda karena Allah SWT melipatgandakan pahala yang akan kita terima kelak di akhirat. Selain itu, bagi ahli sedekah, ada ketenangan dan kebahagiaan tersendiri yang dirasakan sebagai efek dari keberkahan harta yang dimilikinya.

Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18) 

Rasulullah SAW bersabda, "Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588).

       d.  Bukti Keimanan Kita Kepada Allah SWT

Dari sahabat Rasulullah Al Harits bin Ashim Al Asy’ari, Rasulullah SAW bersabda : ““Bersuci adalah separuh dari keimanan, ucapan Alhamdulillah akan memenuhi timbangan, subhanallah walhamdulillah akan memenuhi ruangan langit dan bumi, shalat adalah cahaya, dan shodaqoh (sedekah) itu merupakan bukti.” (HR. Muslim)

        e. Sedekah Mampu Mencegah Maksiat Dalam Jual-Beli (Perdagangan)

        Nabi Muhammad SAW bersabda : “Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah.” (HR. Tirmidzi)

        f. Tersedia Pintu Surga Khusus Bagi Orang Yang Bersedekah

“Orang yang memberikan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR. Bukhari Muslim)

        g. Sedekah Bisa Membebaskan Dari Siksa Kubur dan Api Neraka

Nabi Muhammad SAW bersabda :
“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani)
“Jauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah” (HR. Bukhari Muslim)

3. Mencontohkan. 

Hal berikutnya  setelah anak memiliki rasa empati dan mengetahui keutamaam bersedekah adalah mencontohkan kepada anak. Sebagaimana diketahui bersama, orang tua adalah tauladan bagi anak. Maka apabila menghendaki anak yang tidak pelit dan suka berbagi, orangtua harus terlebih dahulu melakukan hal tersebut. Bukan terpaksa karena tidak ingin anak menjadi orang kikir, tapi bersedekahlah, memberilah karena Allah dari dasar hati yang paling dalam. 

Sebagai sosok yang menjadi contoh, hindarilah hal-hal yang akan mengukir kesan negatif pada anak. Jangan ragu untuk memberi di saat bersama anak. Sebaliknya hindari menolak peminta-minta, menawar dagangan di pedagang kecil atau berhitung pengeluaran di depan anak. 

Apabila sejak lahir, atau bahkan sejak dalam kandungan, anak terbiasa melihat dan dilibatkan ketika orangtuanya berbagi, maka insya Allah dalam diri anak tersebut akan tertanam kebiasaan itu pula. 

4. Memberikan ruang

 Pada kondisi yang memungkinkan, ciptakan situasi di mana anak harus bersedekah. Misalnya saat main dengan tetangga, lalu anak tetangga tertarik dengan salah satu mainan anak anda. Pancing dia bagaimana reaksinya ketika Anda memintanya untuk memberikan mainannya tersebut kepada temannya. Saat ke mal, misalnya, biarkan anak yang membayar ke tukang parkir, begitupun ketika ada peminta-minta, biarkan anak yang memberikan uang. 

 5.  Mengajak Anak berbagi

Yang terakhir, ajak anak untuk selalu berbagi. Bila saat mereka kecil, anak terlibat karena ia selalu bersama kita, maka ketika sudah semakin besar, selalu pula ajak untuk berbagi. Berbagi di sini bukan semata membagikan hartam tapi rermasuk juga membagikan ilmu. 

Demikian lima kiat membiasakan anak bersedekah. Meski ini bukan kiat yang mutlak, namun setidaknya dengan melakukan kelima hal tersebut di atas, alhamdulillah di usia remaja, anak kami termasuk anak yang rajin memberi dan berbagi. Semoga kita semua tetap dalam ridho dan lindungan Allah SWT. Aamiin.
*Jemari74.com

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman